Menjalani rutinitas sehari-hari yang padat terkadang membuat Seno sedikit stres dan tegang. Ketegangan-ketegangan yang menumpuk bisa jadi menggiringnya pada suatu penyakit. Fertigo telah mengganggunya selama beberapa tahun terakhir ini dan belum sembuh, lelaki yang masih hidup membujang ini terlalu jujur dan terlalu care dengan anak-anak didiknya. Entah apa yang membuatnya masih terus hidup membujang di usia yang selayaknya sudah punya 2 orang anak. Mungkin dia belum ketemu jodohnya.

Kesibukkannya antara ikut mencerdaskan generasi penerus bangsa dan berorganisasi merupakan 2 kegiatan yang benar-benar menyita waktu. Sosok Seno yang berkulit mendekati hitam dan berparas tegas dengan segudang presatasi akademik dan organisasi layak dianggap sebagai lulusan strata, kenyataannya dia hanya lulusan SMA. Tapi lebih dari 5 anak didiknya menjadi peserta Olimpiade Matematika lewat sentuhan kecerdasan dan personalnya.
Seorang Seno adalah seorang yang berbudi luhur, lebih mementingkan orang lain dari pada dirinya sendiri. Kegemarannya adalah membuat anak-anak yang bodo secara akedemik menjadi anak-anak yang cerdas. Sebuah misi yang sangat mulia. Pukul sembilan pagi Seno sudah berangkat kerja sebgai guru les privat ratusan anak. Baru pukul 10 malam Seno selesai bekerja.
Sore itu pukul 7, Seno berangkat kerja, hujan gerimis mengiringi perjalanannya ke rumah anak didiknya. Sebelum berangkat kerja suasana hati Seno memang kurang menyenangkan. Ada sedikit masalah yang buat Seno emosi, dan itu terbawa saat mengendarai motor. Kejujuran, kesederhanaan dan kesabaran selalu dijadikan pedoman dalam melakoni hidup.
Motor bututnya yang jadul adalah motor bersejarah yang penuh mistis. Tapi entah kenapa hari itu, motor jadul itu merengek-rengek kesakitan alias sesekali mogok, mungkin sudah saatnya servis. Mungkin juga karena sudah sering kehujanan sehingga motornya mulai batuk-batuk.
Di bawah guyuran gerimis hujan, Seno yang hatinya sedang berkecamuk nekad mengejar waktu dan tepat waktu menjalankan tugasnya. Namun apa hendak di kata, motor jadulnya tiba-tiba berhenti dipinggiran sungai besar dan jalan yang raya.
Pikiran Seno makin kalut, karena datang tidak tepat waktu adalah suatu kelemahan yang paling dibencinya. Terpaksa berhenti di tepi jalan untuk memeriksa kerusakan motornya. Nalurinya langsung menuju ke busi dan pengapian. Setelah di otak-atik sepertinya normal semua, tapi motor itu masih mogok.
Sesekali Seno melihat jam, sudah telat dan tidak mungkin untuk tepat waktu. Di ambilnya HP dan mulai SMS ke anak didiknya untuk membatalkan les-nya hari itu. Gerimis hujan membuat tubuhnya kedinginan. Kembali Seno mengotak-atik motornya. Entah dari mana datangnya, tiba-tiba ada orang yang membawa bambu memukul jok motornya.
Seno yang dari tadi fokus ke motor sontak saja kaget dan secara refleks bangkit. Emosinya memuncak ingin memukul orang itu. Tapi setelah dilihatnya secara seksama ternyata orang itu adalah orang gila. Akhirnya Seno cuma mengusir orang gila itu pergi.
Seno melihat orang gila itu menjauh, dengan sedikit rasa was-was diserang oleh orang gila itu, Seno kembali jongkok memperbaiki motornya. Sesekali Seno masih mengawasi orang gila yang belum jauh pergi.
Dasar orang gila, ternyata dia juga melihat situasi dengan tepat. Saat Seno kembali sibuk ngurusi mesin motornya, dia kembali menyerang Seno dengan cepat. Dia memukul-mukul kembali motornya, kali ini dengan teriak-teriak, ngomel-ngomel. Seorang abang becak yang sedang melintas ikutan sewot melihat tingkah laku orang gila itu.
“Pukulin aja mas !!! Orang gila gak tahu aturan !!” kata abang becak itu dengan nada sewot.
Abang becak itu juga ikutan membentak orang gila itu, tapi malah dipukul pake bambu juga. Terpaksa abang becak itu ngacir mengayuh becaknya.
Meskipun kepala Seno terlapisi helm, kepalanya makin terasa pusing. Apalagi ada gangguan dari orang gila yang brutal itu. Siaga satu pikirnya. Seno waspada dengan aksi brutal orang gila di depannya. Masih belum berani untuk membetulkan kendaraannya.
Ketika hendak jongkok lagi, orang gila itu kembali beraksi. Kali ini benar-benar brutal. Diarahkannya bambu yang dari tadi dipegangnya ke arah Seno dan motornya, dan Seno hanya bisa menangkis tanpa protes. Keluar omongan aneh dari mulut orang gila itu.
“Hei....cepat pergi !! Pergi kamu....!!! Goblok....pergi kamu !! Kalau nggak pergi....kamu mati !!! Mati kamu...mati !!! kata orang gila itu sambil memukul-mukulkan bambunya ke motor Seno.
Seno mencoba menghidupkan motornya dengan buru-buru. Sudah tidak tahan dengan kelakuan orang gila itu. Grengggg.......berhasil. Tanpa banyak kata Seno segera menjauhi orang gila itu dengan motornya.
Orang gila itu masih mengacungkan bambunya sambil teriak-teriak menyuruh Seno pergi. Teriakannya berhenti seketika saat tiba-tiba sebuah truk terguling.
Seno dari jarak 10 meter menghentikan laju motornya saat mendengar suara truk yang terguling. Dia melihat sebuah truk itu sudah ambruk tepat di tempat motornya mogok.
Sontak saja Seno kaget dan tersadar akan kata-kata orang gila itu, “kalau gak pergi dari situ kamu bisa mati!”
Jantung Seno langsung berpacu kencang karena merasa beruntung. Andai saja dia tidak segera pergi dari tempat motornya mogok, dia pasti sudah tewas tertabrak truk yang selip itu.
Merasa banyak hal yang janggal, Seno mencari sosok misterius itu. Perasaan Seno semakin aneh karena sudah tidak menemukan sosok orang gila itu. Lenyap bagai di telan bumi.
“Allhamdulillah....... Ya Allah melalui perantaramu yang aneh, Engkau telah memberiku umur panjang. Semoga orang itu mendapatkan perlindunganMu juga,” ucap Seno dalam hati penuh syukur.
Nyawa Seno diselamatkan oleh orang gila yang sejak awal sangat menjengkelkan dan membuatnya marah. Misterius dan penuh mistis. Mungkin beberapa dari kita sering mengalami hal serupa, baru selepas kejadian menyadari bahwa apa yang orang lain perbuat ke kita itu menyakitkan, ternyata di balik itu sesungguhnya ada hal yang membahagiakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar