Selasa, 27 Oktober 2009

VIDEO MESUM SMA KERTOSONO - NGANJUK

Video mesum pelajar yang diduga berasal SMA di Nganjuk, Jawa Timur, beredar luas di masyarakat, baik melalui sarana telepon seluler (ponsel) maupun fasilitas di warung internet (warnet).

Video dengan durasi 26 menit itu diambil dengan cara direkam lewat ponsel. Dalam video terekam adegan layaknya suami istri di dalam sebuah kamar kosong. Pelaku perempuan diperkirakan pelajar sebuah SMS di Kertosono, Kabupaten Nganjuk.

Beberapa guru yang ditemui, Senin (26/10), mengaku sudah mendengar kabar video itu, namun belum bisa memastikan pelaku dalam video itu merupakan anak didiknya. “Kami memang sudah mendengar kabar video tersebut, namun kami belum bisa memastikan murid bersangkutan berasal dari sekolah ini,” kata salah seorang guru, Nur Hadi.

Ia mengaku, saat ini sedang berkoordinasi dengan guru lain maupun dengan orang tua yang bersangkutan untuk membicarakan pemeran dalam video tersebut. Jika benar yang bersangkutan merupakan pelajar sekolah tersebut, pihaknya akan membicarakan langkah yang harus diambil agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.

Sayangnya, dalam rekaman itu pemeran laki-laki tidak begitu jelas. Diduga, ia merupakan kekasih pelaku perempuan tersebut.

Kepala Kepolisian Sektor Kertosono Ajun Komisaris Karlin mengaku, pihaknya sudah menerjunkan tim untuk menyelidiki kasus video mesum yang sudah beredar beberapa pekan. Ia bahkan mengaku sudah mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan terkait dengan pemeran dalam video tersebut.

“Kami sudah menerjunkan tim untuk ke sekolah, dan saat ini kami sedang menyelidiki kemungkinan pelaku berasal dari sekolah tersebut,” kata Karlin.

Kasus video mesum itu bukan pertama kali terjadi di Kabupaten Nganjuk. Kasus serupa pernah terjadi Agustus 2008, dengan durasi sekitar 1,5 menit yang beredar lewat sarana “bluetooth” dari ponsel ke ponsel di kalangan pelajar dan masyarakat umum.

sumber : kompas

Jumat, 16 Oktober 2009

Pay Pal

Judul : Berbisnis Lewat Internet Dengan PayPal
Penulis : David Odang
Cetakan : 2008
Penerbit : MediaKom




Dengan kehadiran media internet saat ini maka bisnis menjadi semakin mengglobal. Bila Anda biasanya menjual produk atau menawarkan jasa Anda secara offline yang biasa Anda lakukan di tempat usaha Anda berupa toko maupun melalui jaringan pemasaran bisnis Anda, sekarang Anda bisa menjual produk atau jasa Anda di internet menggunakan website yang langsung boooom..., pasar Anda menjadi lebih luas, pasar Anda bisa menjangkau seluruh pasar indonesia langsung maupun yang lebih besar lagi ke pasar seluruh dunia. Tinggal Anda putuskan, Anda ingin menjangkau pasar yang mana.

Perbedaan bila Anda berjualan offline dengan berjualan online yaitu bila Anda berjualan offline saja, maka calon pembeli Anda dapatkan dari orang-orang yang datang ke toko Anda, tetapi dengan berjualan online maka Anda bisa menjangkau orang-orang yang memiliki akses internet dimanapun mereka berada yang membuka website Anda. Anda membuka pasar baru seketika. Karena itu bagaimana bila Anda sekarang mulai berjualan ke pasar seluruh dunia???

Semakin besar pasar tentunya semakin baik dan perbedaan antara memasarkan produk Anda ke pasar indonesia saja atau ke pasar seluruh dunia hanya dibedakan oleh bagaimana Anda mengirimkan produk Anda nantinya. Barang yang dikirim sama, hanya biaya kirim saja yang berbeda, untuk keluar negeri Anda bisa mengenakan biaya kirim yang lebih mahal kepada pembeli.

Sebagai awal untuk memulainya, tentunya Anda harus memiliki produk atau jasa yang bisa dijual di internet, lalu membuat website baik berupa toko online atau dengan website penjualan yang sederhana. Dan di website, Anda tampilkan produk-produk maupun jasa yang Anda tawarkan dengan data yang sedetail mungkin termasuk foto produk dan spesifikasi. Foto produk sangat penting untuk berjualan online agar calon pembeli bisa melihat seperti apa produk yang akan ia dapatkan nantinya, dan dengan data produk yang detail, maka calon pembeli bisa memutuskan langsung di website mau membeli atau tidak pada saat itu juga.

Karena media internet tersebut tanpa batasan wilayah, maka website Anda yang menampilkan produk bisa dilihat dan penawaran Anda bisa dibaca oleh orang-orang di luar indonesia dan bila penawaran Anda menarik dan produk Anda adalah produk yang dicari dan dibutuhkan oleh mereka, maka mereka bisa membeli produk Anda dan melakukan order di website Anda. Tetapi permasalahan yang timbul kemudian adalah bagaimana Anda bisa menerima pembayaran untuk produk yang akan Anda jual bila ada pembeli dari luar negeri dan memesan produk Anda di website? Solusinya saat ini adalah PayPal.


PayPal adalah alat untuk bertransaksi online yang bisa menerima pembayaran dari kartu kredit dan juga transfer dari sesama account PayPal, dan kabar baiknya PayPal sudah menjangkau Indonesia. Orang Indonesia sudah bisa menggunakan PayPal secara full feature. Anda bisa menerima pembayaran melalui kartu kredit dari customer Anda untuk setiap penjualan produk di website Anda, Anda bisa menerima maupun melakukan pembayaran ke sesama account PayPal, Anda bisa menerima pembayaran dari penjualan produk Anda di ebay.com, maupun Anda bisa meminta pengiriman uang dari rekan bisnis Anda.

Secara singkatnya, PayPal merupakan account online Anda untuk bertransaksi dan menerima uang online. Dan uang yang terkumpul nantinya di account PayPal bisa Anda cairkan ke rekening bank Anda di seluruh indonesia dalam jangka waktu 5-7 hari kerja. Jadi Anda mendapatkan dollar dari penjualan produk atau jasa Anda dan akan dikonversi menjadi rupiah, sehingga Anda menerima uang di rekening bank Anda sudah dalam bentuk rupiah.

Dalam membuka account di PayPal.com, PayPal memberikan 3 tipe account yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan Anda yaitu personal account, premier account, dan business account. Personal account digunakan bagi Anda pribadi yang bermaksud untuk menggunakan PayPal untuk keperluan berbelanja online saja tanpa bermaksud menjual produk secara online, sedangkan untuk Premier dan Business account digunakan bagi Anda yang ingin menggunakan PayPal sebagai alat pembayaran di website Anda dalam menjual produk dan jasa Anda di website.

Premier dan Business account berfungsi hampir sama, tetapi dengan penambahan fungsi multi-user access yaitu account PayPal dapat diakses lebih dari satu user bila Anda memilih business account. Business Account diperuntukkan untuk perusahaan, jadi Anda membuka account PayPal atas nama perusahaan sedangkan premier menggunakan nama pribadi. Untuk memulai Anda cukup dengan membuka premier account dan bisa Anda upgrade nantinya.

Jadi secara singkat yang perlu Anda lakukan untuk menjual produk atau jasa Anda dengan pasar seluruh dunia yaitu :

Anda memiliki produk atau jasa untuk dijual online.
Anda membuat website berupa toko online atau website penjualan sederhana untuk menampilkan produk atau jasa Anda secara detail dan memberikan penawaran Anda kepada setiap pengunjung website Anda.
Anda menggunakan tombol buy now PayPal di website Anda, agar calon pembeli bisa mengklik tombol order dan melakukan pembayaran.
Dan setelah Anda menerima pembayaran yang bisa Anda lihat di account PayPal Anda, baru Anda kirimkan produk melalui pos untuk produk fisik dan bila Anda berjualan produk digital seperti software, ebook dan lain-lainnya, bila memungkinkan kirimkan langsung melalui internet agar pembeli bisa mendownloadnya di website sehingga Anda tidak mengeluarkan biaya kirim lagi.

Ditambah lagi dengan adanya PayPal, maka selain Anda bisa menjual produk di website Anda, Anda juga bisa berjualan (memasang) produk Anda di ebay.com yang merupakan situs lelang terbesar di dunia, dimana ebay.com menggunakan paypal sebagai alat utama bertransaksi.

Selamat Berbisnis lewat Internet dengan PayPal!

Senin, 12 Oktober 2009

SEJARAH FACEBOOK


Facebook ditemukan oleh seorang mantan mahasiswa Harvad bernama Mark Zuckerberg. Awalnya Facebook diperuntukan mahasiswa Harvard sebagai media untuk saling mengenal. Namun sejak dilunccurkan pada tanggal 4 februari Facebook langsung menadapat respon positif dari penggunanya. Terhitung dua minggu sejak keberadaannya hampir separuh mahasiswa Harvard telah bergabung dalam situs ini.

Seperti yang dikatakan Rizal Akbar (2008,3) "Dalam waktu dua minggu setelah diluncurkan, separuh dari semua mahasiswa Harvard telah mendaftar dan memiliki account di Facebook. Tak hanya itu, beberapa kampus lain di sekitar Harvard pun meminta untuk dimasukkan dalam jaringan Facebook." (diunduh dari publishedmind.blogspot.com, 4 Maret 2009) Karena Mark Zuckerberg tidak mampu melayani permintaan dari kampus-kampus lain para pengguna Facebook, maka dari itu dia meminta bantuan kepada dua orang temannya. Alhasil setelah empat bulan sejak diluncurkannya Facebook telah memiliki tiga puluh kampus dalam jaringannya. Kemudian mereka pun pindah ke Palo Alto, sebuah kota yang terletak di bagian barat Amerika yaitu pada negara bagian California, dan menyewa partemen di sana.

Setelah beberapa minggu di Palo Alto, Mark bartemu dengan Sean Parker (cofounder Napster). Napster adalah situs yang berhubungan dengan dunia musik dimana anda dapat men-download lagu maupu memutar musik secara on-line . Dari hasil pertemuaan itu Parker pun setuju untuk bekerja sama dengan Mark. Akhirnya Parkerpun pindah ke apartemen Facebook untuk mengembangkannya. Tak lama setelah itu Parker pun berhasil menggaet Peter Thiel (cofounder Paypal) sebagai investor pertamanya. Paypal adalah sebuah situs yang menawarkan pembeliaan secara on-line menggunakan kartu kredit. Investor pertama ini menginvestasikan uangnya tak tanggung-tanggung yaitu sebesar 500 ribu U$ untuk mengembangkan Facebook.

Jumlah pengguna Facebook terus meninggkat. Hal itu menyebabkan Friendster, situs sejenis yang telah populer lebih dahulu, ingin membelinya. Friendster pun mengajukan tawaran sebesar 10 juta U$ pada pertengahan tahun 2004 untuk membeli Facebook dari Mark Zuckerberg. Namun Mark Zuckerberg pun menolak tawaran itu. Penolakan itu tak menjadikan Mark Zuckerberg menyesali tindakannya karena setela itu Accel Partners memberikan sokongan dana sebesar 12,7 juta U$ sebagai investasi untuk mengembangkan Facebook. Hal tersebut sebagimana diungkapkan oleh Rizal Akbar(2008,3): "Zuckerberg sama sekali tidak menyesal menolak tawaran tersebut sebab tak lama setelah itu Facebook menerima sokongan dana lagi sebesar 12.7 juta US Dollar dari Accel Partners." ((diunduh dari publishedmind.blogspot.com, 4 Maret 2009)

Pada September 2005 Facebook mengembangkan jaringannya. Pada waktu itu Facebook tidak hanya dapat diakses oleh oleh mahasiswa saja tapi siswa SMU pun dapat mengaksesnya. Tak lama setelah itu Facebook melebarkan sayapnya sehingga para pekerja kantoran pun dapat menikmati Facebook. Pada akhirnya ditahun 2006 bulan September Faceebook dapat dinikmati siapa pun penggunanya asalkan mereka memiliki alamat e-mail.

Mark Zuckerberg
tidak hanya menolak tawaran yang telah diberikan oleh Friendster, dia juga menolak penawar-penawar top lainnya yaitu dari yahoo dan Viacom. Rizal Akbar (2008,3) menguraikan : "Selain menolak tawaran dari Friendster seharga 10 juta US Dollar, Zuckerberg juga pernah menolak tawaran dari Viacom yang ingin membeli Facebook seharga 750 juta US Dollar, dan tawaran dari Yahoo yang ingin membeli Facebook seharga 1 milyar US Dollar." (diunduh dari publishedmind.blogspot.com, 4 Maret 2009)

Pada akhirnya di tahun 2007 pengguna Facebook bertambah 200 ribu pengguna tiap harinya. Bahkan terdapata lebih dari 25 juta pengguna aktif tiap harinya.

Kamis, 08 Oktober 2009

KESUCIAN HATI MEMBAWA BERKAH




Kisah ini NYATA adanya, tanpa bumbu-bumbu penyedap yang bisa membius lidah pembaca. Bukan kesombongan...pun bukan kemunafikan. Hanya kesederhanaan tanpa konsep, tanpa tumpukan buku...pun tanpa perlu membuka kitab-kitab strata 123. Ku coba menuangkan secara lugas dan apa adanya. Semoga ini bisa menjadikan perenungan buat kita semua.

Kala kejadian ini berlangsung, seolah hati yang ada di dalam tubuh ini tak tergores sedikitpun rasa tamak, rasa rakus, rasa ingin memiliki...dan rasa congkak. Namun setelahnya aku baru menyadari....kenapa aku bisa bersikap seperti itu. Apa yang terjadi? Hingga sekarangpun aku tak tahu....

Hingga kini...aku merasakan bahwa kejadian ini adalah sebuah peristiwa dengan kesucian tingkat tinggi yang pernah aku alami....dan aku ingin menjadi seperti itu lagi. Benar-benar bersih, sebuah hati yang suci adalah sebuah hati yang terbungkus rapat-rapat oleh norma-norma dan dipagari oleh panji-panji Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sebelum aku bercerita, mohon ambil makna kejadian ini dan cermati hikmahnya, karena aku tidak menginginkan label atas diriku yang mengalami, tapi hanya ingin berbagi kisah yang menurutku sangat baik untuk dijadikan tauladan ataupun pembelajaran tentang makna hidup.


CERITANYA :

Siang itu..., aku berniat ingin ke warnet untuk melihat info lowongan kerja. Warnet masih sangat jarang waktu itu, yang terdekat dengan jarak hampir 2,5 km. Aku masih pengangguran. Tak punya uang sama sekali....bokek full!!! Ku tunggu aja mami pulang kerja. Jam 1 siang mami pulang dari kerja. Aku langsung minta uang 5000 untuk ke warnet. Meski mami ngomel-ngomel, beliau tetap ngasih uang, karena buat liat lowongan kerja.

Aku ambil sepeda gunungku yang mulai usang, tapi dengan sepeda inilah aku bisa main kemana-mana tanpa ngeluarin ongkos bensin. Aku kayuh sepedaku, sengatan matahari tak ku hiraukan. Lama di bandung membuat kulitku putih bersih, jadi aku tantang matahari untuk menyengatku, tp nyesel juga sekarang jadi coklat gini...ha..ha...!

Di depan perempatan rumah sakit yang pernah memberikan aku bea siswa, aku berhenti, lampu merah masih menyala. Ku lihat ada sepasang pemuda disebelahku naik motor, yang dibelakang rambutnya gondrong. Lampu traffic light berwarna hijau. Lima kali kayuh ternyata tak sebanding dengan satu sentakkan gas motor kedua orang itu. Huhhhh.......keringat mulai berjatuhan...karena panas dan capek mengayuh.

Aku mencoba mendahului motor itu, sebuah pemaksaan saja, percuma....sia-sia belaka. Sepeda punya kekuatan sebatas itu saja...kalau untuk balapan dengan motor tentunya adalah mustahil. Saat 10 meter dari perempatan, aku tiba-tiba secara refleks mengerem sepedaku, tapi remnya kurang pakem, akhirnya aku menghambat pedal yang ternyata bergerigi sehingga kakiku tertembus gerigi itu. Yah...kakiku berdarah, tapi aku bisa berhenti dengan menahan sakitnya kaki karena tertancap gerigi pedal.

Untung saja dibelakangku tak banyak kendaraan. Di depanku ada 2 orang abang becak yang sedang nge-tem nunggu penumpang. Sebetulnya alasanku menghentikan laju sepedaku adalah karena sekilas aku melihat secarik kertas berwarna merah. Makanya aku langsung memaksakan diri menghentikan laju sepedaku. Tanpa kusadar, darah mengucur dari betisku sebelah kanan. Aku berhenti tepat di atas secarik kertas warna merah yang tak lain adalah uang 100 ribu rupiah.

Uang itu langsung aku ambil dengan cepat. Herannya tak ada seorangpun yang tahu bahwa di situ ada uang 100 ribu tak bertuan. Jalanan sepi.... Uang itu langsung aku pegang pakai tangan kanan. Saat itu seandainya naluri manusia normal, harusnya aku membalikkan arah sepedaku, pulang ke rumah. Tapi entah kenapa tak sedikitpun ada rasa ingin berbuat seperti itu. Bahkan tidak ada pikiran jelek waktu itu. Tak seorangpun melihat aku memungut uang itu. Aneh pikirku....

Aku agak maju ke depan berusaha minggir dari jalan. Dalam hatiku aku cuma memanjatkan doa pada Allah SWT.

"Ya Allah, jika dalam beberapa menit ada orang kembali dan menanyakan uang ini, aku pasti akan berikan. Tapi jika orang itu ternyata bukan pemilik uang ini tapi dia menerimanya, berikan dia hukuman atas perbuatannya ini!"

Benar saja naluriku, sekejap ada yang kembali. Ternyata dua orang yang berboncengan, yang naik motor sedari perempatan ada di sebelahku. Yang dibelakang berambut gondrong. Mereka langsung menghampiriku dan saling memandang tajam. Si gondrong menatapku dengan tersenyum. Tangan kananku masih menggenggam uang itu, hatiku tak lepas mendoakan agar uang itu jatuh ke tangan yang tepat alias si yang punya. Beberapa detik aku menatap dua orang itu sembari "mengunci" uang tersebut.

Sebelum dua orang itu bertanya, aku sudah mengeluarkan suaraku.

"Apa mas..?? Uang??" tanyaku cepat.

Dua orang itu cuma tersenyum...tidak memperlihatkan keheranan. Mereka cuma terkejut dan kaget saat melihat ulahku secara spontan.
Terbitkan Entri

"Nih.....mas!" tanganku mengulurkan uang 100 ribu yang dari tadi aku pegang erat-erat.

Mereka menerima dengan penuh keheranan. Setelah menerima dia bilang terima kasih sambil senyum-senyum dan memutar sepeda motornya kembali melanjutkan perjalanannya.

Aku sendiri tidak tahu kenapa aku berbuat seperti itu. Aku baru sadar kalau kakiku terus mengeluarkan darah, meski gak banyak tapi rasanya perih juga. Lantas aku melanjutkan perjalanan menuju warnet yang masih 1 km lagi.

Sepulang dari warnet aku bercerita pada mami yang sedang ngerumpi di tetangga. Mereka kaget kog gak kabur aja tadi. Aku cuma cengar-cengir dan garuk-garuk kepala.

"Kenapa aku gak kabur ya? Padahal aku gak punya duit.... Rasa tidak ingin memiliki yang bukan hak-ku sangat kuat tadi. Ah...biarlah buat amal aja!" pikirku.


****************

Selasa, 06 Oktober 2009

Mbah Sarip bukan Mbah Surip


BIOGRAFI MINOR

Ilustrasi (bukan mbah sarip sebenarnya)


Kisah ini adalah NYATA, aku menulisnya karena sosok Mbah Surip yang fenomenal seakan mengingatkanku pada sosok mbah Sarip...si "Juragan Kaos Kaki" yg fenomenal juga. Klo mbah Surip fenomenalnya sampai tingkat nasional, sedangkan mbah Sarip cuma lingkup Kediri saja.

Ada beberapa persamaan dari keduanya. Yaitu di usia senja sama-sama terbuang ke kota lain, hidup tanpa isteri dan sama2 tua, nikah sekali.

Hidup mbah Sarip sudah tak bertujuan. Aku mengenal mbah Sarip sekitar tahun 2006. Ciri khas dari mbah Sarip sama sekali berbeda dg mbah Surip, klo mbah Sarip jauh dari penampilan nyentrik, peci hitam dan kaca mata gak pernah lepas, rambut hanya tersisa yg putih aja. Badan gendut - tambun. Mbah Sarip funny jg terkadang. Asal mbah Surip Mojokerto, klo mbah Sarip Surabaya, berdekatan juga.

Mbah Sarip adalah seorang bisnisman, usia di atas 60 an masih menjalankan bisnisnya "jualan kaos kaki" di pasar2 di Kediri-Tulungagung. Dia kelola bisnis sudah lama, termasuk sukses klo bole aku simpulkan. Fisik yg makin menurun serta daya pikir yg mulai pikun membuat bisnis kokohnya lambat laun mengalami penurunan omzet. Dari buku tabungan yg mbah Sarip tunjukkan ke aku, aku kagum juga dg hasil tabungannya selama ini, Rp 60 jt.

Jika orang2 tanya ttg keluarganya yg di Surabaya, dia cuma bilang, "sudah tidak mau kembali ke keluarganya!" Ironis sekali. Aku cuma berpikir, seandainya dia almarhum, duit sebanyak itu bisa jadi masalah nantinya. Karena dia tinggal dikontrakan, dan dikelilingi orang2 wong cilik yg oportunis. Klo aku tanya warisan diberikan sapa mbah, "ya orang yg meladeni aku di masa hidupku!" jawabnya enteng."

TIGA JUTA....upah nyariin isteri mbah Sarip. Mungkin karena sering digodain ma orang2, mbah Sarip mengutarakan isi hatinya pada kami, "Cariin isteri buatku, nanti aku kasih 3 juta kamu!!" katanya sembari tersenyum." Alangkah beruntungnya wanita yg mau jd isterinya. Perlu diketahui bahwa dilingkungan sekitar, masyarakatnya 70% golongan kelas bawah, jd isterinya sebentar dapat warisan puluhan juta..ha..ha.. Tapi dasar mbah Sarip kegenitan dan karena merasa punya byk uang, dia menginginkan wanita yg agak muda...setidaknya belom menopouse. "Ada-ada aja mbah2...!! Tua-tua keladi....!! Emang masih mampu ??" kataku sambil cengar-cengir.

AWAL KEHANCURAN MBAH SARIP

Entah kapan tepatnya dia mulai menyukai judi, seingatku pas ada piala dunia. Dari sekedar iseng sampai jutaan dia taruhan ma orang2 disekitarnya. Anehnya dia gak tau perihal judi bola.

Mbah Sarip ga pernah mau dengar sindiran2 dariku. Seiring Piala Dunia 2006, tiap partai yang berpeluang menang mnrt prediksinya, dia selalu pasang taruhan. Mungkin, sampai akhir Piala Dunia hanya 90% dia kalah taruhannya. Bisa dibayangkan dah berapa juta dia buang2 dengan sia2 tabungan masa depannya. Kecanduan taruhan bola tidak berhenti di Piala Dunia saja, Liga2 Eropa juga diikutinya. Sayangnya dia tidak menyadari bahwa orang yg selama ini menjadi perantaranya adalah penghianat berdarah dingin. Seorang tukang becak yg akhirnya meninggalkan profesinya karena selama taruhan menang. Kemenangan yg diperoleh dari membohongi mbah Sarip. Akal bulus si tukang becak ini sangat keji. Aku yg terus berusaha mengingatkan mbah Sarip, masih aja dianggap angin lalu. Omonganku sama sekali gak dianggap. Saat itu aku dan orang2 yg kasihan ma mbah Sarip memprediksi jika terus-terusan begitu gak sampai 2 th mbah Sarip bisa jadi gelandangan.

Karena omongan2 kami tidak digubris akhirnya kami diam dan gak pernah melarang lagi. Kami biarkan saja dia. Kalau pas kalah taruhan kami cuma menggodanya biar makin sadar. Menurut pengamatanku dia ikut2 taruhan karena fisiknya sudah tidak memungkinkan untuk bekerja, harusnya dia duduk manis dirumah bersama cucu2nya. Kenyataannya dia diusia 60 th lebih harus mondar-mandir keluar kota untuk kirim barang dan nagih utang barang. HArapan dia jika ikut taruhan bola menang dia gak susah2 lagi cari duit.

Sedikit demi sedikit uangnya terkuras habis. Dia acap kali bicara "bisa2 aku jadi pengemis...!" Kurang lebih hampir 2 th uang 60 jt itu lenyap. Semua barang2 dikontrakannya dijual, termasuk sepeda listriknya. Bahkan dia ga sanggup lagi untuk bayar kontrakan. DIa mulai kebingungan. ORang2 yg selama dia kaya berada didekatnya tidak peduli lagi. Keluhan dia cuma kami dengarkan saja. Dan saat terakhir dia punya duit sekitar 300 rb, masih jg dia pasang taruhan.

"Kalau ini kalah, besok mati aku!" kata mbah Sarip dengan wajah memelas.

Hemmmmmm....mudah2an aja menang, klo mbah Sarip kalah pasti repot deh ntar. Dua hari kemudian aku baru muncul di tempat nongkrong. Kudengar mbah Sarip kalah lagi, sepeda ontelnya sudah laku dijual buat makan....tragis banget..!!! DASAR orang tua gak bisa dijadikan tauladan. Aku jengkel, marah ngelihat hal itu. Tapi mbah Sarip bukan sapa2ku, kenapa musti aku yang sewot....ach biarin aja lah, bukan urusanku.....!

PERCOBAAN BUNUH DIRI

Malam itu, orang2 tak melihat mbah Sarip, dia sudah pindah kontrakan, agak jauh dr tempat nongkrong. Mereka pada was-was jangan2 mbah Sarip putus asa dan nekad mengakhiri hidupnya. Terakhir mbah Sarip mengemukakan keinginannya untuk pulang ke Surabaya, tapi tidak punya uang lagi. Dan kebetulan waktu itu kami ingin beri uang bt mbah Sarip pulang ke Surabaya. Tapi setelah dikasih uang ternyata dia masih di Kediri. Semua kecewa..........

Terkadang mbah Sarip bicara konyol, ingin mati cepat. Mati.....mati....mati !!! Beberapa dari kami malah menyarankan utk ke rel kereta api, cepat dan pasti mati. Tapi mbah Sarip ingin mati utuh jasadnya. Terus aku sarankan untuk terjun dr jembatan Kali Brantas, tapi takut ketinggian. Saranku itu sebetulnya cuma gurauan saja, tidak bermaksud bener2 menyuruh mbah Sarip utk bunuh diri.

Entah malam itu tanggal berapa, saat itu aku sedang service server di warnet deket tempat nongkrong. Aku dengar dari orang2 bahwa mbah Sarip tadi mondar-mandir spt orang linglung. Tadi ada yang lihat lewat gang. "Gak mungkin dia bunuh diri?' pikirku.

Setengah jam kemudian, pas aku fokus servis server, tau2 mbah Sarip muncul dengan basah kuyup, topi dan kacamatanya ga ada.

"Mbah, ngapain sampeyan ?" tanyaku cemas.

"Aku barusan nyebur kali Brantas, aku terseret arus dipinggiran kali, kacamata, sandal dan peciku jatuh! Pengen mati aja kog susah!" aku liat matanya berkaca-kaca.

Aku liat sorot mata yg tidak seperti biasanya. Hampa...tetesan air matanya tak mampu disembunyikan. Di satu sisi aku jg merasakan kekecewaan atas sikapnya yg gak pernah mau dengerin nasihatku. Melihatnya spt ini aku gak tega, sempat air mataku merembes keluar, tp segera aku tahan. Aku ingin membantu dia, tp dia terlalu banyak permintaan dan rewel banget. Aku ingin menampungnya di rmh ku yg kosong, tp takut repot krn dia seorang yg pernah KAYA, pasti blm bisa menerima kenyataan, dan ntar klo tau2 dia bunuh diri di rumahku, aku pasti repot.

MBAH SARIP JADI GELANDANGAN

Beberapa hari kemudian kami tdk melihat mbah Sarip lagi, terdengar kabar klo pagi dia bawa tas plastik hitam kecil jalan ke utara ato naik angkot. Seperti jadi pengemis kata orang2. Mungkin saja. Kami bertiga sepakat untuk membawa mbah Sarip ke Sby, supaya ada yg merawat.

Besok paginya mbah Sarip ada di sebelah warnet, aku liat di mengeluarkan duit recehan byk banget, dan aku gak berani menyapanya. Dia sibuk menghitung. Memang bener, mbah Sarip memang telah jadi pengemis untuk menyambung hidupnya. Dia sempat mengeluh karena untuk mandi saja dia kesulitan, padahal di bayar. Tidurnya di lapak2 alun2. Tragis dan ironis. Dia sudah tidak diterima lagi di mana2.

Setelah negosiasi dan memberikan pengertian ke mbah Sarip, seorang teman yg dr awal selalu disakiti jg, akhirnya sanggup mengantarkan ke Sby. Mbah Sarip hanya samar2 ingat rumah saudaranya di Sby. Temenku menurunkannya di tempat dia mau. Sekarang mbah Sarip masih ada atau tidak kami pun tidak mengetahuinya. Apakah dia hidup bersama saudaranya, kami juga tidak tau. Semoga mbah Sarip selalu dalam lindunganNya....Amin.

KESIMPULAN

Betapa ironisnya kehidupan mbah Sarip, dlm sekejap dia jadi gelandangan dan pengemis. Mbah Sarip hidup bergelimang harta tapi tidak punya tujuan hidup. Motivasi hidupnya tidak ada. Dia hanya kebingungan karena merasa mau apa2 umurnya jg sudah tua. Kematian selalu menghantuinya. Tidak punya isteri, anak, sapa lagi yg mau dijadikan motivasi hidupnya. Selain itu sikapnya yg keras kepala dan kesombongannya membuatnya dia salah jalan. JALAN PINTAS SELALU DIANGGAPNYA PANTAS...

Menurut analisaku, mbah Sarip sengaja menghabiskan hartanya, karena dia selalu tidak iklas klo mati mendadak tp meninggalkan harta bendanya. Dengan menghabiskan harta bendanya dan kemudian menjadi pengemis, dia ikhlas mati. Aku pernah menyarankan dia ke Panti Jompo biar di rawat, dan klo mati hartanya bisa buat amal, tp itu bukan keinginannya.

Teman...sebuah pembelajaran hidup. Bergelimang harta tanpa punya keluarga, di usia senja sangat menyiksa. Kesepian, kesendirian akan semakin menghantui sejalan dengan ajal yg pasti suatu saat akan menjemput. JALAN PINTAS SELALU DIANGGAPNYA PANTAS...sebuah kata yg aku dapat dr sebuah bak truk yg sedang lewat di depanku... jika diresapi sungguh sangat bermakna.

TAMAT